Return on Assets Ratio – ROA

Rasio Ini menempati kegunaan yang sangat penting dalam menganalisis keuangan perusahaan secara menyeluruh. Hampir semua perusahaan lebih sering menggunakan analisis Return On Asset baik dari sisi pimpinan maupun investor, dalam mengukur efektivitas dan keseluruhan operasional perusahaan.
Return on Asset merupakan indikator kemampuan suatu perusahaan menghasilkan laba dengan pemakaian total aktiva yang ada dan setelah biaya-baiya yang digunakan untuk mendanai aktiva yang dikeluarkan dari analisis.

Suatu keuntungan bersih yang diperoleh dalam penggunaan aktiva juga bisa menggunakan ROA. Laba pajak juga bisa dipakai untuk mengukur seberapa besar tingkat pemulihan dan asset yang dimiliki perusahaan.

Dengan ROA kita dapat mengerti apakah suatu perusahaan telah efisien dalam memanfaatkan assetnya untuk kegiatan operasional yang menghasilkan ataupun tidak.

 

ROA positif menunjukan total aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan yang mampu menghasilkan laba bagi perusahaan. Sedangkan ROA negatif menunjukan bahwa aktiva yang digunakan tidak mempunyai laba/rugi.

 

Jadi dapat diketahui bahwa ROA 2014 adalah 0.2478 atau 24,78% dari total aktiva
Sehingga perusahaan mengetahui estimasi bahwa setiap 1 rupiah aktiva yang ada di perusahaan dapat menghasilkan laba operasi bersih senilai 24,78%

Jika ROA semakin tinggi maka idealnya semakin baik juga kinerja perusahaan dalam sisi pengelolaan ekuitasnya. Secara umum tidak ada yang menyatakan pada angka berapa ROA dianggap baik.
Cara menentukan suatu perusahaan dikatakan baik jika dilihat ROA

  • Membandingkan ROA perusahaan lain yang sejenis
  • Membandingkan ROA sektor industri perusahaan itu bergerak
  • Membandingkan ROA IHSG
  • ROA perusahaan dikatakan baik jika ROA perusahaan berada diatas perusahaan lain yang sejenis. ROA sektor industri sejenis dan ROA IHSG.

Leave a Reply

Close Menu